Pangkalan Data Pendidikkan Tinggi atau yang di singkat dengan PDPT, dulu nya bernama Pusat Komputer (PUSKOM), adalah lembaga yang membidangi TI di Universitas Lancang Kuning, Seiring berjalannya waktu, PDPT bukan saja menangani masalah Komputer dan jaringan atau pelatihan dibidang TI, namun sudah memasuki babak baru yaitu Pangkalan Data atau Pusat Data Perguruan Tinggi.

Didalam pelaksanaannya, PDPT memiliki beberapa tenaga teknis maupun non-teknis seperti Operator, tenaga teknis, dan tenaga programer, sedangkan tenaga non-teknis berupa tenaga operator pangkalan data dan dibantu oleh beberapa operator fakultas.

Sumberdaya Informasi dan Teknologi di UNILAK dikelola oleh Unit Pelayanan Teknis (UPT) PDPT, yang dipimpin oleh seorang Kepala UPT PDPT.

Sejak awal pendirian tahun 1998 hingga 2007 peranan PDPT masih belum optimal dan hanya terbatas membantu dalam pelayanan praktek dan pelatihan bagi mahasiswa. Prestasi PDPT yang cukup baik adalah ketika dimasa kepemimpinan Bapak Juherry Arrijal pada masa tahun 2001 – 2002, PDPT sempat membina kerjasama dengan perusahaan besar Hewlett Packard Indonesia (HP) divisi education. Kemudian Kerjasama dengan PEMDA dan PT Chevron Indonesia dalam pelatihan dan pembuatan program. Namun karena tidak dibina dengan baik maka hubungan kerjasama tersebut menjadi terputus.

Sejak tahun 2007 keberadaan PDPT mengalami “mati suri”. Karena keberadaannya antara ada dan tiada. Dalam waktu yang singkat (1 tahun), terjadi penggantian Kepala PDPT hingga 3 kali. Hal ini tentunya sangat memprihatinkan dan diluar kewajaran. Beberapa tanggapan muncul, baik dari internal maupun eksternal UNILAK terhadap keberadaan PDPT.

Yang menarik adalah tanggapan dari Dr Sunarto (pegawai DIKTI) yang telah mengunjungi kampus UNILAK, mengatakan “Saya menyesalkan kampus UNILAK sebesar ini, memiliki PDPT yang mati.” komentar ini muncul pada salah satu forum di situs internet. Setelah mengalami permasalahan yang demikian akut, akhirnya keberadaan PDPT UNILAK tetap dibentuk, karena sejalan dengan permintaan layanan Teknologi Informasi (IT) yang semakin dinamis.

Pada tahun 2008, tepatnya tanggal 24 April 2008, PDPT mencoba mereposisi dan merevitalisasi dirinya dalam hal organware (organisasi pengelolaan dan pengembangan TI) UNILAK. Alhamdulillah, pada akhir tahun 2009, Unilak telah memiliki Sistem Informasi dan Jaringan interkoneksi antar gedung meskipun berupa sistem intranet (Internet tetap menggunakan jalur tersendiri) melalui bantuan Pemda Riau bekerja sama dengan Suteki (Developer Sistem Informasi Akademik) dan Camrifon sebagai vendor Jaringan Intranet Unilak.

Pada tahun 2010, Unilak mengadakan kerjasama dengan PT. Telkom untuk meningkatkan jaringan komputernya dari fungsi sebagai intranet (akses ke Sistem Informasi Akademik saja) menjadi Intranet dan Iternet dalam 1 kabel atau diberi nama Jaringan Lancang Kunin Smart (Jalak-Smart), kapasitas kecepat masih 3MB (dedicatet 1:1) serta digantinya sistem Radio (Access Point) antar gedung dengan Sistem Fiber Optic (hibah hasil kerjasama dari PT. Telkom).

Pada akhir tahun 2011, kebutuhan pemanfaatan internet meningkat di Unilak, Kecepatan Internet ditingkatkan dari 3MB ke 6MB (Dedicatet 1:1), pada tahun ini, Pada tahun 2012, Puskom telah mengelola sendiri domain unilak.ac.id dengan dari Hosting luar (Berbayar setiap tahun / space dibutuhkan) menjadi Hosting sendiri (Web Server sendiri), disinilah cikal bakal pertumbuhan Web-Web dilingkungan Unilak berkembang tanpa membatasi besar kapasitas yang selama ini dilakukan (tergantung paket space yang diambil) dengan menambah kapasitas Hardisk 2 x 1TB (2TB) khusus untuk web dan akan ditingkatkan seiring kebutuhan meningkat.

Pada awal 2013, Puskom telah mengembangkan sistem jaringannya dan mem-publish Sistem Informasi Akademik dari local/Intranet ke Internet sehingga Dosen, Mahasiswa dan Operator dapat mengaccess / update dari Rumah atau dimana saja.